Thursday, December 27, 2018

Susunan Kabel Cross UTP dan Fungsi Kabel Cross dalam Jaringan Komputer

Susunan Kabel Cross UTP Kabel Cross di dalam jaringan komputer cukup sering digunakan. Terlebih lagi sebelum tahun 2010, kombinasi kabel cross banyak digunakan oleh perancang jaringan komputer.

Diakui memang, kabel UTP dengan susunan kabel cross tidak terlalu banyak dipakai. Hanya pada saat tertentu saja ketika dibutuhkan. Lain halnya dengan model susunan kabel straight, yang mayoritas digunakan oleh sistem jaringan komputer.

Hal tersebut tidak terlepas dari fungsi kabel straight dan cross yang memang berbeda peruntukannya..

Pada kesempatan kali ini akan kami bahas tentang susunan kabel cross atau urutan kabel cross UTP. Dan kami akan coba menjelaskan fungsi dari kabel cross yang menjadikannya berbeda peruntukan dengan susunan kabel straight.
Susunan Kabel Cross UTP dan Fungsi Kabel Cross dalam Jaringan Komputer

Susunan Kabel Cross menurut Standar Internasional 568B

Pertama kita akan jelaskan terkait urutan kabel cross yang sesuai dengan standar internasional 568B.

Sekali lagi kita ingatkan, kita tidak boleh membuat urutan kabel UTP secara asal. Kabel UTP memiliki kode warna sendiri dan setiap kode warna mewakili fungsi pembawaan signal masing-masing. Setiap signal yang dibawa juga memiliki fungsinya masing-masing. Pada kesempatan lain akan kami jelaskan secara lengkap.

Oleh karena itu dibuatlah aturan internasional yang mengatur urutan kabel UTP, baik urutan kabel cross maupun urutan kabel straight.

Secara baku ada dua aturan internasional yang mengatur urutan kabel UTP, yaitu: aturan 568A dan 568B. Dan kali ini akan kami jelaskan urutan kabel cross berdasarkan aturan 568B, karena yang paling banyak digunakan di Indonesia. Mengenai kedua aturan ini akan kami bahas dalam artikel yang berbeda.

Dari aturan 568B, urutan kabel cross yang benar dapat kalian lihat seperti gambar di bawah ini:
Susunan Kabel Cross UTP dan Fungsi Kabel Cross dalam Jaringan Komputer


Keterangan gambar:
  1. Susunan kabel UTP sesuai aturan 568B adalah: 1. Putih-Orange, 2. Orange, 3. Putih-Hijau, 4. Biru, 5. Putih-Biru, 6. Hijau, 7. Putih-Coklat, 8. Coklat.
  2. Untuk urutan kabel cross, urutan antara sisi-1 dan sisi-2 berbeda. Ada dua warna yang bertukar posisi pada sisi-2. Sedangkan urutan di sisi-1 tetap.
  3. Kabel 1. Putih-Orange di sisi-1 bertukar posisi dengan kabel 3. Putih-Hijau di sisi-2.
  4. Kabel 2. Orange di sisi-1 bertukar posisi dengan kabel 6. Hijau di sisi-2.
  5. Urutan kabel cross menjadi: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 di sisi-1 dan 3, 6, 1, 4, 5, 2, 7, 8 di sisi-2.

PENTING untuk diingat!
Hadapan konektor RJ-45 sama antara dua sisi tersebut. Jadi jangan membalik hadapan konektor ketika instalasi.

Setelah kalian paham tentang urutan kabel crossover UTP tersebut, silahkan dicoba untuk mengurutkannya dulu. Kemudian lanjutkan dengan mencoba memasukkan ke dalam konektor RJ-45. Tidak perlu langsung dikrimping, kalian coba saja dulu untuk menyusun dan memasukkannya ke dalam konektor. Jika sudah mantab baru silahkan dikrimping.
Kembali ke daftar isi ↑

Fungsi Kabel Cross

Selanjutkan kita akan jelaskan tentang fungsi kabel cross UTP. Tidak boleh sembarang dalam menghubungkan perangkat ke jaringan komputer. Apalagi menggunakan tipe media transmisi yang kurang tepat.

Setiap tipe media transmisi memiliki fungsi sendiri-sendiri dan sebagai seorang IT kalian harus memahaminya.

Pengertian fungsi kabel cross secara umum adalah kabel UTP yang digunakan untuk mengkoneksikan dua atau lebih perangkat yang sama.

Perangkat yang sama yang dimaksud adalah perangkat dengan arsitektur dan kegunaan yang sama. Misalkan mengkoneksikan komputer dengan komputer secara langsung tanpa menggunakan switch atau hub.

Koneksi seperti itu sangat disarankan menggunakan kabel UTP tipe cross.

Berikut ini beberapa penerapan yang menggunakan kabel cross sesuai dengan fungsinya.
  • Mengkoneksikan komputer dengan komputer secara langsung melalui LAN.
  • Mengkoneksikan laptop dengan laptop secara langsung melalui LAN.
  • Mengkoneksikan hub dengan hub secara langsung melalui LAN.
  • Mengkoneksikan switch dengan switch secara langsung melalui LAN.

Dan masih banyak lagi, intinya adalah mengkoneksikan antara perangkat yang sama.
Kembali ke daftar isi ↑

PENTING untuk diketahui!
Penggunaan kabel cross ini wajib diterapkan untuk mengkoneksikan perangkat-perangkat lama. Karena perangkat-perangkat lama tersebut masih spesifik dalam hal konektivitas.

Sedangkan untuk perangkat-perangkat jaman sekarang sudah tidak terlalu spesifik. Kalian dapat menggunakan kabel tipe cross maupun straight untuk menghubungkan perangkat yang berbeda atau sama.

Jadi untuk perangkat sekarang konekvitasnya lebih fleksibel dan mudah menerima. Yang terpenting adalah kabel yang kalian buat sudah tembus link-nya.

Tidaklah sulit membuat kabel cross dengan susunan kabel cross yang benar menurut standar internasional. Selamat mencoba dan semoga berhasil!
Advertisement

2 comments:

Terimakasih telah berkunjung dan berikut ini ketentuan komentar yang diperbolehkan :

1. Berkomentar dengan bahasa yang sopan dan tidak SARA.
2. Berkomentar sesuai dengan topik artikel.
3. TIDAK BOLEH memasukkan LINK AKTIF. Karena akan otomatis terhapus komentarnya.
4. Jika ingin menambahkan LINK silahkan masukkan ke dalam bagian URL atau menyertakan ke dalam komentar dengan sifat TIDAK AKTIF.
5. Berkomentarlah yang membangun dan bermanfaat untuk orang lain ya :-)
6. JANGAN MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON ATAU SEJENISNYA DI DALAM KOMENTAR. UNTUK MENGHINDARI PENYALAHGUNAAN DARI PIHAK LAIN.
7. MOHON UNTUK TIDAK KOMENTAR YANG MENYESATKAN!

Terimakasih atas kerjasamanya demi memajukan website ini,
:) :( hihi :-) :D =D :-d ;( ;-( @-) :P :o -_- (o) :p :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ $-) (y) (f) x-) (k) (h) cheer lol rock angry @@ :ng pin poop :* :v 100