Monday, August 22, 2011

Budidaya Cabai Menggunakan Polibag

Kangje.com - Belakangan ini ada pemikiran dari beberapa orang untuk mengadakan perubahan dalam metode penanaman cabai. Metode penanamannya adalah dengan memanfaatkan wadah yang dinamakan polybag. Polybag ini sebagai pengganti lahan yang akan ditanami cabai tersebut.

Media yang digunakan adalah tanah dengan kandungan unsur kompos yang stabil dan mencukupi untuk kelangsungan hidup pohon cabai tersebut. Akar pohon cabai yang tidak terlalu besar lebih memudahkan dalam penanaman menggunakan polibag ini.

Ditinjau dari segi ekonomis, pemanfaatan polybag untuk budidaya cabai ini cukup ekonomis, karena modal yang akan di gunakan tidaklah besar, cukup sederhana untuk pertanian rumah tangga. Dan yang lebih menggiurkan lagi adalah tidak hanya masyarakat desa yang bisa melakukan budidaya cabai dengan pemanfaatan polybag ini, akan tetapi masyarakat kota pun bisa ikut andil dalam budidaya ini.

Tidak membutuhkan lahan yang spesifik membuat budidaya cabai calam polibag mudah dilakukan dan ringan perawatan. Di samping itu, budidaya cabai dengan menggunakan polibag memungkinkan pertumbuhan yang tidak terpengaruh sepenuhnya oleh kondisi alam yang sering tidak stabil saat-saat ini.
Budidaya Cabai Menggunakan Polibag


Budidaya Cabai Menggunakan Polibag

Beberapa kebutuhan yang perlu disiapkan untuk budidaya cabai dalam polibag ini adalah:

  • Bibit cabai yang sudah dipilih jenisnya
  • Polibag
  • Pupuk kompos/pupuk kandang
  • Tanah biasa/ tanah pasir
  • Cangkul, sabit, dan peralatan potong yang lain
  • Zat atonik
  • Furadan atau Curater 3G
  • Bak plastik untuk pembenihan
Untuk proses nya adalah sebagai berikut :

  • Pilih buah cabai yang sudah tua, keluarkan bijinya dan cuci, kemudia keringkan. Biji ini yang nantinya akan digunakan sebagai bibit. Alternative lain adalah dengan cara membeli bibit cabai di took-toko pertanian.
  • Benih yang akan ditanam diseleksi dengan cara merendam dalam air, biji yang terapung dibuang.
  • Persemaian Sebelum tanam di tempat permanen (polybag), sebaiknya benih disemai dulu dalam wadah semai yang dapat berupa bak plastik atau kayu dengan ketebalan sekitar 10 cm yang dilubangi bagian dasarnya untuk pengaturan air (drainase).
  • Isikan dalam wadah semai media berupa tanah pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Untuk menghilangkan gangguan hama berikan Curater 3G takaran 10 gr/m2. Media disiapkan 1 (satu) minggu sebelum penyemaian benih.
  • Benih yang akan ditanam, direndam dalam air hangat (50 derajat Celcius) semalam. Lebih baik lagi bila diberi zat pengatur tumbuh seperti Atonik.
  • Tebarkan benih secara merata di media persemaian, bila mungkin beri jarak antar benih 5 x 5 cm untuk menghindari rusaknya akar saat pemindahan/ pencabutan. Tutup persemaian dengan tanah tipis sampai biji tidak terlihat, kemudian letakkan wadah persemaian di tempat teduh dan lakukan penyiraman sesuai kebutuhan agar tanah tetap lembab.
  • Benih yang telah berkecambah atau bibit cabai umur 10-14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
  • Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 9 cm. Masukkan ke dalamnya campuran tanah, pasir dan pupuk kandang serta tambahkan Curater 3G.
  • Pindahkan bibit cabai ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di polybag, tanah di sekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikit padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan disiram secukupnya untuk menjaga kelembaban tanah. Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka.
  • Bibit bisa ditanam di polybag setelah berumur 30-40 hari.
  • Siapkan polybag yang lebih besar dari polybag pembibitan sebagai tempat penanaman yang berlubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
  • Masukkan media tanam ke dalamnya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang 2 : 1 sebanyak 1/3 volume polybag. Tambahkan Furadan atau Curater 3G 2-4 gr/tanaman untuk mematikan hama pengganggu dalam media tanah.
  • Tambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3 bagian dari campuran 10 gr Urea + 20 gr ZA per tanaman (2/3 bagiannya untuk pupuk susulan). Kemudian siram dengan air agar pupuk larut dalam tanah.
  • Pilih bibit cabai yang baik yaitu pertumbuhannya tegak, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama penyakit.
  • Tanam bibit tersebut di polybag penanaman. Wadah media bibit harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas. Tanam bibit tepat di bagian tengah, tambahkan media tanahnya hingga mencapai sekitar 2 cm bibir polybag.
  • Padatkan permukaan media tanah dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.
  • Letakkan polybag di atas alas, supaya tidak langsung menyentuh tanah untuk menjaga agar kelembaban dapat dikontrol dan polybag lebih awet.
  • Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah polybag.
  • Lakukan pemupukan susulan dengan memanfaatkan pupuk kompos atau pupuk kandang. Kurangi tanah yang ada dalam polybag, kemudia isi dengan kompos atau pupuk kandang tersebut.
  • Lakukan perompesan/pembuangan cabang daun di bawah cabang utama dan buang bunga yang pertama kali muncul.
  • Untuk mengendalikan hama lalat buah, pasang jebakan yang diberi Antraxtan. Sedang untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid dengan insektisida seperti Curacron. Untuk penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunakan fungisida seperti Antracol. Dosis dan aplikasi masing-masing obat tersebut dapat dilihat pada labelnya.
  • Cabai dapat dipanen umur sekitar 80 hari setelah tanam. Pemetikan cabe dapat dilakukan 1-2 kali seminggu disesuaikan dengan kebutuhan. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah.

Demikianlah langkah-langkah untuk menanam pohon cabai dalam polibag. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca semua.
Advertisement

2 comments


Salam. Mohon maaf kami ingin ijin untuk berpromosi.
Bagi para pecinta tanaman, kami Jual Arang

Sekam Murah
yang memberikan manfaat yg besar pada pertumbuhan tanaman. Arang Sekam sangat baik sebagai media tanam,

khususnya tabulampot karena bisa meningkatkan porositas media tanam/tanah.

Selain itu Arang sekam juga menjadi media tanam organik untuk

sistem hidroponik.
Jika berminat silahkan hubungi kami melalui FB: Workshop Arang Sekam

Galesong

Mohon maaf sekali, untuk link aktif akan otomatis kami nonaktifkan di blog ini. Mohon untuk menyertakan lik nonaktif di komentar saja....
Kami persilahkan untuk berpromosi selama tidak mengandung SARA dan PORNOGRAFI...

Terimakasih telah berkunjung dan berikut ini ketentuan komentar yang diperbolehkan :

1. Berkomentar dengan bahasa yang sopan dan tidak SARA.
2. Berkomentar sesuai dengan topik artikel.
3. TIDAK BOLEH memasukkan LINK AKTIF. Karena akan otomatis terhapus komentarnya.
4. Jika ingin menambahkan LINK silahkan masukkan ke dalam bagian URL atau menyertakan ke dalam komentar dengan sifat TIDAK AKTIF.
5. Berkomentarlah yang membangun dan bermanfaat untuk orang lain ya :-)
6. JANGAN MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON ATAU SEJENISNYA DI DALAM KOMENTAR. UNTUK MENGHINDARI PENYALAHGUNAAN DARI PIHAK LAIN.
7. MOHON UNTUK TIDAK KOMENTAR YANG MENYESATKAN!

Terimakasih atas kerjasamanya demi memajukan website ini,
EmoticonEmoticon