Wednesday, April 29, 2015

Mengulas Lebih Dalam Topologi STAR Jaringan Komputer

Mengulas Lebih Dalam Topologi STAR Jaringan Komputer - Jaringan komputer merupakan teknologi dalam bidang komputer yang perkembangan sangat cepat. Perkembangan terjadi mulai dari perangkat yang digunakan maupun sistem software yang digunakan. Akan tetapi perkembangan tersebut tidak langsung menggantikan teknologi jaringan komputer yang terdahulu.

Teknologi jaringan komputer sebelumnya akan tetap dimanfaatkan tetapi akan mengalami penyempurnaan baik secara hardware maupun software. Salah satu teknologi yang masih dipakai sampai dengan sekarang adalah teknologi topologi jaringan komputer. 

Ada banyak sekali topologi jaringan komputer yang sudah ada dari dulu sampai sekarang masih digunakan, salah satunya adalah topologi star yang merupakan topologi jaringan komputer paling sering digunakan oleh pengguna.

Pengertian Topologi STAR

Dari beberapa sumber, pengertian topologi STAR didefinisikan dalam beberapa model bahasa. Tetapi inti dari semua pembahasan mengenai pengertian topologi STAR tersebut adalah sama. 

Topologi STAR adalah salah satu topologi jaringan komputer yang dalam koneksi antar komputer membentuk jaringan seperti bintang, dimana ada satu perangkat yang dijadikan node pertemuan /pembagian ke banyak pengguna (host). 

Topologi STAR sering juga dikenal dengan nama topologi bintang, karena bentuk jaringan komputer yang dihasilkan mirip dengan kombinasi titik pada bintang. Akan tetapi pusat dari topologi ini tidak berada pada titik seperti bintang, akan tetapi pusatnya ada di tengah bintang tersebut. 

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar topologi STAR berikut ini:

gambar topologi STAR
Gambar Topologi STAR

Dari gambar topologi STAR di atas dapat dilihat karakteristik topologi STAR yang menyerupai bentuk bintang dengan inti di tengah ini. 

Karakteristik topologi STAR tersebut merupakan ciri khusus dari topologi ini yang akan membedakan dengan topologi jaringan komputer lainnya.

Karakteristik Topologi STAR

  • Dalam topologi STAR terdapat dua perangkat yang berperan sebagai node dan central node.
  • Setiap node harus terhubung pada central node untuk dapat membentuk jaringan STAR. Setiap node akan berkomunikasi melalui central node.
  • Penambahan node baru pada jaringan dilakukan dengan cara instalasi pada node baru menuju ke central node tanpa harus mengubah pengaturan maupun posisi node yang lama.
  • Jika terjadi masalah koneksi pada salah satu node tidak akan mempengaruhi kinerja jaringan atau node yang lainnya.

Dari uraian karakteristik topologi STAR di atas dapat disimpulkan mengenai kelebihan topologi STAR dan kelemahan topologi STAR. Kelebihan dan kelemahan tersebut menyangkut masalah penggunaan dan operasional dari jaringan topologi ini. [Baca juga : Mengulas Lebih Dalam Topologi BUS]

Kelebihan Topologi STAR

  • Topolgi STAR memiliki konsep paling fleksibel dibandingkan dengan jenis topologi lainnya.
  • Minim penanganan kerusakan total. Karena kerusakan pada salah satu node tidaka akan mempengaruhi kinerja node yang lainnya pada jaringan, sehingga jaringan masih dapat digunakan ketika dilakukan perbaikan pada node yang mengalami masalah.
  • Memiliki kemampuan pengelolaan untuk trafik jaringan yang padat.
  • Memiliki tingkat keamanan jaringan yang tinggi.
  • Mudah dalam penambahan atau pengurangan node pada jaringan yang sudah berjalan.
  • Mudah dalam deteksi masalah pada jaringan karena akses kontrol terpusat.
  • Memiliki jalur koneksi (bandwidth) antar node yang besar.

Kelemahan Topologi STAR

  • Jaringan akan tergantung pada keadaan central node. Jika central node mengalami masalah atau mati maka jaringan akan lumpuh total.
  • Lebih banyak dalam penggunaan kabel instalasi karena setiap node memiliki hubungan langsung ke central node.
  • Perangkat utama sebagai central node harus memiliki kekuatan yang besar. Perangkat ini biasanya dikenal dengan nama HUB atau Switch.
  • Terjadi masalah pada perangkat central node akan menyebabkan trafik jaringan menjadi lambat atau bahkan mati.
  • Jika trafik terlalu padat dari masing-masing node akan menyebabkan kinerja cintral node menjadi lebih berat dan membuat transfer data menjadi lambat.

Memang tolopogi STAR menjadi pilihan para pembuat jaringan berkapasitas kecil. Karena topologi jaringan ini sering dipakai untuk jaringan client-server maupun workstation.

Demikian pembahasan mengenai Mengulas Lebih Dalam Topologi STAR Jaringan Komputer. Semoga dapat menambah pengetahuan kita semua mengenau salah satu topologi jaringan komputer yang terkenal ini.
Advertisement

2 comments

Saya senang sekali menemukan postingan anda dan bisa ikut memberi komentar menurut saya sangat berharga sekali bisa membaca tulisan anda, dan pada kesempatan ini akan saya manfaatkan untuk sumber referensi saya
Terima kasih banyak telah berbagi, saya berharap anda terus semangat menulis topik selanjutnya
http://jasaoutboundmalangjasaoutbound.blogspot.co.id
https://www.youtube.com/watch?v=_abXQ_9nkPE

Sip gan... terimakasih atas kunjungan dan komentarnya.. snagat membangun sekali...

Terimakasih telah berkunjung dan berikut ini ketentuan komentar yang diperbolehkan :

1. Berkomentar dengan bahasa yang sopan dan tidak SARA.
2. Berkomentar sesuai dengan topik artikel.
3. TIDAK BOLEH memasukkan LINK AKTIF. Karena akan otomatis terhapus komentarnya.
4. Jika ingin menambahkan LINK silahkan masukkan ke dalam bagian URL atau menyertakan ke dalam komentar dengan sifat TIDAK AKTIF.
5. Berkomentarlah yang membangun dan bermanfaat untuk orang lain ya :-)
6. JANGAN MENCANTUMKAN NOMOR TELEPON ATAU SEJENISNYA DI DALAM KOMENTAR. UNTUK MENGHINDARI PENYALAHGUNAAN DARI PIHAK LAIN.
7. MOHON UNTUK TIDAK KOMENTAR YANG MENYESATKAN!

Terimakasih atas kerjasamanya demi memajukan website ini,
EmoticonEmoticon